Gudangberita.co.id, Natuna – Puluhan perwakilan nelayan dari Kecamatan Sedanau mendatangi Kantor Bupati Natuna, Selasa (10/2/2026), membawa keresahan yang telah lama dirasakan: wilayah tangkap nelayan tradisional kian terdesak.
Kedatangan mereka bukan sekadar silaturahmi, melainkan menyuarakan tuntutan perlindungan ruang hidup nelayan lokal.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menerima langsung aspirasi para nelayan di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Kepala Dinas Perikanan Natuna.
Kehadiran KKP sengaja difasilitasi pemerintah daerah agar pemerintah pusat mendengar langsung kondisi riil di lapangan.
“Nelayan menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, dan kami menghadirkan KKP agar bisa mendengar sendiri kondisi di lapangan,” ujar Cen Sui Lan.
Dalam dialog tersebut, nelayan mengeluhkan maraknya kapal penangkap ikan dari luar Natuna, baik yang berizin provinsi maupun pusat, yang beroperasi di wilayah tangkap tradisional.
Aktivitas kapal-kapal besar itu dinilai mengganggu nelayan tempatan karena membuat ruang tangkap semakin menyempit dan hasil tangkapan menurun.
Selain itu, nelayan juga menyoroti kerusakan dan hilangnya rumpon milik nelayan lokal. Banyak rumpon dilaporkan rusak atau lenyap, yang diduga kuat akibat aktivitas kapal penangkap ikan yang melintas dan beroperasi di area tangkap tradisional.













