Gudangberita.co.id, Surabaya – Jemaah Masjid Al Muttaqun di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri dihebohkan aksi adu jotos para jemaah. Aksi ini terjadi saat mereka hendak melaksanakan salat Magrib berjemaah.
Adu jotos ini diduga karena ada warga yang berebut menjadi imam salat. Aksi ini membuat jemaah yang terlibat adu jotos mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, keributan itu dipicu masalah internal antara warga setempat dengan ahli waris masjid wakaf, yang sekaligus menjadi takmir di masjid itu. Masalahnya, karena ada pihak yang menyerobot jadwal imam salat Magrib berjemaah.
Peristiwa itu bermula ketika sejumlah keluarga ahli waris tanah wakaf masjid itu bersama kelompoknya memaksakan diri menjadi imam salat Maghrib. Padahal sesuai kesepakatan bersama warga, imam saat salat Magrib adalah jatah untuk warga sekitar.
Seorang warga yang mencoba menjelaskan itu justru mendapatkan penganiayaan. Mashuri, salah satu jemaah yang melihat penganiayaan itu bermaksud melerai. Namun dirinya juga menjadi sasaran penganiayaan.
“Saat itu saya melihat ada jemaah yang dianiaya oleh pihak ahli waris. Saya berusaha melerai justru saya dianiaya beberapa orang yang tidak saya kenal dan berada di kubu ahli waris. Usai kejadian saya melaporkan ini ke pihak kepolisian,” Kata Mashuri kepada wartawan, Jumat (15/12/2023).








