Akibat peristiwa itu, ada 3 orang warga yang mengalami luka. Hal ini memicu ratusan warga mendatangi rumah keluarga ahli waris. Mereka meminta pertanggungjawaban atas kekerasan itu.
Puluhan petugas Polres Kediri Kota yang diterjunkan ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan yang masuk, berupaya mengantisipasi terjadinya keributan yang lebih besar dengan melakukan pengamanan di sekitar masjid dan rumah keluarga ahli waris.
Lukman, perwakilan dari pihak ahli waris masjid wakaf itu mengklaim bahwa dirinya juga menjadi korban penganiayaan. Saat itu dirinya hendak maju menjadi imam salat Magrib. Tiba-tiba ia ditarik dari belakang oleh jemaah hingga dirinya terjatuh lalu dipukuli.
“Saat itu saya maju untuk menjadi imam salat Magrib, tiba-tiba ada beberapa jamaah yang menarik dari belakang dan mendorong saya hingga keluar masjid. Saat di luar masjid saya terjatuh, saya menduga karena ada yang menjegal kemudian saya ditendang di bagian dada dan punggung,” kata Lukman.
Mengenai perselisihan antara warga dengan ahli waris masjid wakaf itu, Ketua Tanfidziah NU Kelurahan Manisrenggo Saifudin menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu Masjid Al Muttaqun itu berdiri di tanah yang diwakafkan oleh keluarga Arman.








