Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Firdaus bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar, dengan tim perumus yang dipimpin Sihono HT serta anggota Erris Julietta Napitupulu, Mahmud Matangara, dan Sokip.
Firdaus menjelaskan, SMSI sejak awal berdiri menjadi wadah bagi media siber startup dan media lokal yang banyak didirikan oleh wartawan profesional, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja dari perusahaan media besar.
“Tidak sedikit jurnalis berpengalaman yang akhirnya beralih profesi untuk bertahan hidup. Padahal kemampuan mereka sangat dibutuhkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, SMSI mendorong para jurnalis di daerah untuk tetap menyalurkan idealisme jurnalistik dengan membangun dan mengelola media sendiri.
Firdaus menambahkan, perjalanan SMSI selama sembilan tahun bukan tanpa tantangan.
Sebagian besar anggota merupakan perusahaan pers startup dengan keterbatasan sumber daya manusia dan finansial sehingga membutuhkan strategi bersama agar mampu berkembang di tengah persaingan industri media digital.
“Rapimnas ini menjadi forum penting untuk merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan industri sekaligus menentukan sikap organisasi terhadap isu strategis seperti ART,” pungkasnya. (*)








