Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh investor yang hadir agar berinvestasi, karena di Sumatera Barat dan daerah yang ada di dalamnya banyak peluang berbisnis bagi investor.
“Bapak/ibu jangan ragu, Sumatera Barat menyediakan peluang yang besar untuk berbisnis dan berinvestasi,” tambahnya.
Kenapa lebih memprioritaskan pada sektor pariwisata? Mahyeldi mengatakan hal ini dikarenakan pihaknya lebih menitikberatkan pada 3 indikator yaitu: Sustainable investment, Green Investment, Sate Energy.
“Dimana, tujuan dari kegiatan ini diadakan untuk bagaimana menjembatani Kabupaten/Kota dengan para investor baik dalam maupun luar negeri, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi daerah untuk berinteraksi langsung dengan calon investor baik dalam maupun luar negeri guna mempromosikan peluang-peluang investasi dari masing-masing Kabupaten/Kota yang hadir,” ucapnya.
Dengan adanya investasi masuk ke Sumbar, tambahnya dapat dipastikan akan adanya pertambahan income per kapita penduduk dan berefek pula ke tingkat konsumsi serta jumlah uang beredar ke Sumatera Barat secara otomatis ini mengindikasikan daerah tersebut akan meningkat kemajuan daerah secara ekonominya.
Dari Rp 8 Triliun yang menjadi target oleh Kementerian investasi/BKPM RI, sementara untuk target kinerja Provinsi Rp 4 Triliun lebih realisasi investasi Sumatera Barat 2023, baru terealisasi pada triwulan 1 sekitar Rp 2 Triliun.








