Penyaluran 20 ton air bersih disebar secara merata ke beberapa titik krusial di Kepulauan Anambas dengan rincian:
RSUD Tarempa: 6 ton (mendukung operasional medis dan fasilitas pasien), Masyarakat Desa Sri Tanjung: 6 ton, Masjid Agung: 3 ton, Vihara/Kelenteng: 2 ton, Teluk Buluh: 1 ton, Teluk Mabai: 1 ton, Gereja HKBP: 1 ton.
Kapolres menambahkan, penanganan krisis air bersih bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan bentuk solusi konkret dalam menjawab persoalan sosial masyarakat pesisir.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kepedulian dan semangat gotong royong selama menghadapi musim kemarau ini,” pungkasnya.













