Melalui program ini, dibangun sistem RO yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih dengan kapasitas hingga 1.000 liter per jam dan produksi sekitar 300 galon air minum per hari. Sementara itu, PLTS yang dibangun akan menjadi sumber energi listrik mandiri bagi pesantren.
“Air dan listrik sebagai kebutuhan dasar manusia sangat diperlukan untuk menunjang kualitas hidup, khususnya di lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren. Sistem RO dan PLTS ini diharapkan dapat memberi dampak signifikan bagi operasional pondok serta warga sekitar,” ujar Zulhamdi.
Selain manfaat fungsional bagi masyarakat, pembangunan sistem RO dan PLTS ini juga mendukung prinsip energi bersih dan ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat konkret bagi para santri di Pondok Pesantren Darussalam Al-Gontory dan komunitas sekitar.
Pemimpin Pondok Pesantren Darussalam Al-Gontory, Taten Rustandi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BUMN dalam meningkatkan mutu kehidupan masyarakat melalui fasilitas yang membawa perubahan positif di berbagai aspek, termasuk sosial, energi berkelanjutan, infrastruktur, dan pendidikan.
“Kami sangat bersyukur atas inisiatif ini. Dengan adanya air bersih dan listrik yang stabil, tidak hanya santri yang merasakan manfaatnya, tetapi juga masyarakat sekitar pesantren. Kini, kami tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan air minum yang terjangkau dan listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Ini adalah perubahan besar yang membawa dampak jangka panjang,” ujar Taten.













