Proses pemulihan dilakukan secara bertahap:
Senin (12/10) Pukul 22.00 WIB: Sekitar 60 persen pelanggan di Batam berhasil menyala.
Selasa (13/10) Pukul 01.00 WIB: Hampir seluruh wilayah Batam pulih 100 persen.
Rabu (14/10) Pukul 18.30 WIB: Pasokan listrik ke Bintan pulih sepenuhnya via kabel laut pasca-sistem Batam dinyatakan stabil dan memiliki cadangan daya yang aman.
“Pemulihan ke Bintan dilakukan murni berdasarkan pertimbangan teknis kestabilan sistem, bukan karena perbedaan prioritas pelayanan,” tegas Kwin Fo.
4 Evaluasi Krusial & Gandeng Bareskrim Polri
PLN Batam mengungkap empat poin temuan penting dari investigasi internal:
Dugaan Satwa Liar: Indikasi hewan liar sebagai pemicu flashover awal masih memerlukan pembuktian teknis lebih lanjut.
Pagar Pengaman Off: Pagar pengaman bertegangan listrik penghalau satwa berada dalam kondisi tidak aktif saat kejadian.
CCTV Bergeser Arah: Kamera CCTV pengawas trafo diketahui mengalami perubahan arah sejak Minggu (11/10/2026) pukul 18.43 WIB, sehingga area trafo utama tidak terekam sempurna.
Hasil Uji Proteksi: Pengujian peralatan proteksi pasca-kejadian menunjukkan seluruh unit bekerja normal.
Untuk mendalami temuan non-teknis seperti pergeseran CCTV dan pagar pengaman yang mati, PLN Batam menggandeng Polda Kepri dan Bareskrim Mabes Polri. “Hal-hal di luar aspek teknis kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib agar diusut secara tuntas,” ujar Kwin Fo.














