Opini

Pers Card Number One: Jalan Panjang Kesetiaan Cak Iban

63
×

Pers Card Number One: Jalan Panjang Kesetiaan Cak Iban

Share this article
Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani yang kerap disapa Cak Iban. (Foto: PWI Kepri)
banner 468x60

Kepada generasi wartawan hari ini, yang bekerja di tengah tekanan ekonomi, polarisasi, dan kebisingan digital, Cak Iban tidak menawarkan jalan pintas. Ia justru mengajak kembali pada nilai dasar profesi.

“Tetaplah menjadi wartawan yang profesional, berintegritas, dan kompeten,” terang dia, benderang.

Cak Iban mengibaratkan wartawan sebagai rajawali: burung yang berani terbang sendiri, menjelajah cakrawala luas, tidak takut pada langit mendung, bahkan pada gelap sekalipun. Rajawali tahu arah dan percaya pada sayapnya sendiri.

BACA JUGA:  Penguatan Kapasitas Guru: Kunci Transformasi Pendidikan yang Berkelanjutan

Dalam perumpamaan itu tersimpan pesan yang tegas, bahwa wartawan yang waras dan jujur adalah mereka yang tidak menggantungkan nurani pada kerumunan, tidak kehilangan arah oleh tekanan, dan tetap setia pada kompas etiknya, walau angkasa tengah muram.

Yang Ingin Dikenang

Di balik seluruh perjalanan profesional itu, Cak Iban diam-diam menyimpan harapan yang sangat sederhana. Jika suatu hari ia tak lagi menulis berita, ia tidak ingin dikenang sebagai tokoh besar atau wartawan legendaris.

BACA JUGA:  Gak Mau Ada 'Dongeng FIFA' Lagi, Fans Bola Seluruh Dunia Bersatu Dukung Spanyol Tekuk Messi

“Saya cuma ingin dikenang sebagai sahabat, teman ngopi yang menyenangkan, teman diskusi, dan hamba Allah SWT yang dhaif.”

Tidak ada keinginan untuk meninggalkan monumen nama. Yang diharapkan hanyalah kehadiran yang membekas secara manusiawi, di meja kopi, pada ruang obrolan, dan dalam ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.