Demi menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan akses, Pemko Batam menerbitkan payung hukum baru, yaitu Perwako Nomor 6 Tahun 2026 (Beasiswa Berprestasi & Tidak Mampu) serta Perwako Nomor 5 Tahun 2026 (Beasiswa Hinterland).
“Negara harus hadir memberikan keberpihakan nyata kepada masyarakat pesisir (hinterland) dan keluarga kurang mampu yang kesulitan biaya kuliah,” kata Amsakar.
Gandeng 3 Kampus Top untuk Pasok Kebutuhan Industri Batam
Strategi beasiswa baru ini didesain sangat taktis. Pemko Batam tidak asal memilih program studi, melainkan langsung mengunci kerja sama dengan tiga Perguruan Tinggi (PT) mitra guna memasok kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor raksasa Batam:
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Target Sektor: Industri Galangan Kapal (Shipyard) dan Manufaktur Besar.
Proyeksi: Mencetak tenaga ahli teknik perkapalan kelas dunia langsung dari putra daerah Batam.
- Politeknik Negeri Batam (Polibatam)
Target Sektor: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park.
Proyeksi: Menyiapkan talenta digital, ahli AI, dan programer untuk menyambut banjir investasi teknologi di Batam.
- Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)
Target Sektor: Ekonomi Biru (Blue Economy) dan Kelautan.
Proyeksi: Memperkuat tata kelola kemaritiman, perikanan modern, dan potensi maritim lokal Kepulauan Riau.
Sasar Pelajar Pesisir Galang, Bulang, hingga Belakang Padang













