Kelima korban yang selamat adalah:
- Sobirin (31) – Nahkoda
- Saparudin (46) – KKM
- Rizki Kurniawan Putra (26)
- Irwanto (39)
- Mhd. Nafissudin (29)
Semua korban segera dievakuasi ke RSUD Tarempa untuk pemeriksaan medis. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim SAR gabungan tiba di Pelabuhan Tarempa dengan membawa seluruh awak kapal dalam kondisi selamat.
“Kami bersyukur semua korban bisa diselamatkan. Operasi berjalan lancar berkat koordinasi cepat semua unsur yang terlibat,” ujar Abdul Rahman.
Meski nyawa berhasil diselamatkan, kerugian material cukup besar. Kapal berkapasitas 34 GT itu tenggelam bersama 200 fiber ikan dan 1,5 ton minyak solar yang menjadi muatannya.
Cuaca ekstrem diduga kuat menjadi penyebab utama insiden ini. Saat kejadian, wilayah Anambas sedang dilanda angin utara dengan kecepatan tinggi dan gelombang yang tidak bersahabat.
Abdul Rahman mengingatkan seluruh nelayan dan pengguna transportasi laut agar tidak mengabaikan peringatan cuaca dari BMKG.
“Bulan Oktober hingga penghujung tahun adalah periode berbahaya. Ini musim utara, saat hujan lebat dan angin kuat sering muncul tiba-tiba,” tegasnya.
Basarnas Natuna juga menegaskan pentingnya alat komunikasi darurat dan perlengkapan keselamatan di setiap kapal, terutama bagi kapal kecil dan kapal ikan yang sering berlayar lintas pulau.
“Cuaca bisa berubah dalam hitungan menit di laut. Kesigapan dan koordinasi antarunsur penyelamat menjadi kunci agar setiap insiden tak berujung petaka,” tutup Abdul Rahman.













