BatamBudayametro storyZona Headline

Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam

11
×

Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam

Share this article

Ada sebuah rahasia yang tersembunyi dalam bungkusan kerucut Nasi Dagang; sebuah narasi tentang laut, perdagangan, dan keberlangsungan hidup. Dari aroma gurih yang menguap di pagi hari hingga transformasi harganya yang kini melampaui Nasi Padang di sudut-sudut kota Batam, Nasi Dagang adalah bukti bahwa yang tradisional tidak pernah benar-benar mati—ia hanya sedang berganti wajah. Inilah kisah tentang seporsi sejarah yang tak lekang oleh waktu, walau dimensi harganya kian 'agak lain'.

Nasi dagang khas Kepulauan Riau dibungkus daun pisang berbentuk kerucut
Nasi dagang. (ist)
banner 468x60

Bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Batam atau Tanjungpinang, belum sah rasanya pagi hari tanpa menyeruput kopi hangat ditemani sebungkus Nasi Dagang. Ia adalah simbol keterbukaan budaya Melayu: sederhana, merakyat, namun kaya akan makna.

BACA JUGA:  Buka Bersama Jadi Ajang Silaturahmi Kapolda Kepri Bersama Ulama, Paguyuban dan Buruh