Bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Batam atau Tanjungpinang, belum sah rasanya pagi hari tanpa menyeruput kopi hangat ditemani sebungkus Nasi Dagang. Ia adalah simbol keterbukaan budaya Melayu: sederhana, merakyat, namun kaya akan makna.
Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam
Ada sebuah rahasia yang tersembunyi dalam bungkusan kerucut Nasi Dagang; sebuah narasi tentang laut, perdagangan, dan keberlangsungan hidup. Dari aroma gurih yang menguap di pagi hari hingga transformasi harganya yang kini melampaui Nasi Padang di sudut-sudut kota Batam, Nasi Dagang adalah bukti bahwa yang tradisional tidak pernah benar-benar mati—ia hanya sedang berganti wajah. Inilah kisah tentang seporsi sejarah yang tak lekang oleh waktu, walau dimensi harganya kian 'agak lain'.










