Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Pertegas Komitmen Hadirkan Akses Merata di Indonesia TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Pertegas Komitmen Hadirkan Akses Merata di Indonesia
Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam
Bukan Sekadar Rem Blong? Polisi Selidiki Dugaan Alkohol di Balik Kecelakaan Maut Coastal Area Bukan Sekadar Rem Blong? Polisi Selidiki Dugaan Alkohol di Balik Kecelakaan Maut Coastal Area
Predator Anak Asal Batam Ditangkap di Karimun: Berawal dari Grup WhatsApp, Korban Disodomi di Hotel Predator Anak Asal Batam Ditangkap di Karimun: Berawal dari Grup WhatsApp, Korban Disodomi di Hotel
Sudah 12 Hari Tak Pulang, Warga Bunguran Tengah Natuna Dilaporkan Hilang Misterius Sudah 12 Hari Tak Pulang, Warga Bunguran Tengah Natuna Dilaporkan Hilang Misterius

Wisata Kuliner Kepri

Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam
Batam

Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga ‘Naik Kelas’ di Kafe Mewah Batam

22/04/202622/04/2026
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga
Kegiatan DPRD Kabupaten Lingga

Terpopuler

  • 1
    Luruskan Kabar Simpang Siur, Keluarga Konfirmasi Korban Kecelakaan Karimun Tidak Dalam Kondisi Mengandung
    19/04/202619/04/2026 1856
  • 2
    Peluk Terakhir di Coastal Area: Lili Pergi Selamanya, Tinggalkan Dua Buah Hati yang Masih Kecil
    19/04/202619/04/2026 1582
  • 3
    Bukan Karyawan PT MOS, Polisi Ungkap Identitas Sopir Maut yang Tabrak Ibu Hamil di Karimun
    19/04/202619/04/2026 1548
  • 4
    Tak Pedulikan Luka Sendiri, Suami Lili Tetap Tegar Antar Jenazah Istri Meski Kepala Berbalut Kapas
    19/04/202619/04/2026 1443
  • 5
    Geger! Nelayan Anambas Temukan Objek Diduga Bangkai Pesawat China Terapung di Laut
    20/04/202620/04/2026 746
  • 6
    Puing Diduga Roket China Hebohkan Nelayan Natuna-Anambas, Mirip Temuan di Filipina!
    20/04/202620/04/2026 448
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Ada paradoks yang menggelitik saat kita melangkah Ada paradoks yang menggelitik saat kita melangkah masuk ke kafe-kafe estetik di sudut kota Batam tahun 2026 ini. Nasi Dagang, yang secara filosofis lahir sebagai simbol efisiensi dan kerakyatan, kini tampil dengan wajah yang "agak lain". Jika dulu ia adalah kawan setia para buruh pelabuhan dan perantau yang merogoh recehan lima ribu perak di emperan ruko, kini ia bersanding dengan latte dan koneksi Wi-Fi kencang. Di sini, identitas tradisional itu seolah mengalami mutasi; ia tak lagi dibungkus dalam ketergesaan pagi yang riuh, melainkan disajikan sebagai sebuah komoditas prestise yang memaksa penikmatnya membayar tiga kali lipat lebih mahal demi sebuah label kenyamanan.

Kenaikan harga menjadi belasan ribu rupiah per porsi di ruang-ruang ber-AC ini menciptakan dimensi baru dalam memandang kuliner Melayu. Kita tidak lagi sekadar membayar untuk segenggam nasi gurih berbiji halba atau pedasnya kari tongkol yang autentik, melainkan membayar untuk sebuah "pengalaman". Di dimensi ini, fungsi Nasi Dagang sebagai makanan cepat saji yang ringan di kantong telah luruh, digantikan oleh romantisme semu yang dijual kepada mereka yang rindu tradisi namun enggan berkeringat di kedai kopi kaki lima. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah warisan budaya bisa mengalami komodifikasi—menjadi eksklusif di tangan pasar, namun perlahan menjauh dari akar sosial aslinya.

Namun, di balik harganya yang kini menyaingi porsi besar Nasi Padang, fenomena Nasi Dagang "Dimensi Lain" ini menyisakan satu pertanyaan besar tentang harga sebuah jati diri. Apakah nilai sebuah budaya hanya bisa dihargai tinggi jika ia dikemas dalam kemewahan modernitas? Menikmati Nasi Dagang di kafe memang menawarkan kenyamanan fisik, namun seringkali kehilangan jiwa "perjuangan" dan kesederhanaan yang menjadi ruh utamanya. Saat suapan terakhir berakhir dengan struk pembayaran yang premium, kita tersadar bahwa terkadang, kenyamanan adalah harga mahal yang harus kita bayar untuk sekadar mencicipi kembali memori masa lalu yang kian tergerus zaman.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Kecelakaan maut di Coastal Area Karimun pada Mingg Kecelakaan maut di Coastal Area Karimun pada Minggu (19/4/2026) pagi menyisakan tanda tanya besar mengenai kondisi pengemudi saat kejadian. Meski insiden bermula dari hilangnya kendali kendaraan, polisi kini melakukan pendalaman serius untuk mengecek fakta apakah ada pengaruh alkohol di balik aksi ugal-ugalan MG (25). Dugaan ini muncul lantaran mobil Toyota Avanza tersebut melaju dengan kecepatan sangat tinggi dari arah Hotel 21 tanpa adanya upaya pengereman yang terlihat sebelum akhirnya menghantam satu keluarga dan terjun bebas ke laut.

Tragedi ini berujung fatal bagi satu keluarga yang sedang melintas di area Tugu MTQ, di mana seorang penumpang motor bernama Liana mengembuskan napas terakhir. Fakta bahwa pengemudi membanting setir secara mendadak hingga menyapu kendaraan parkir dan motor korban memperkuat indikasi adanya gangguan konsentrasi yang ekstrem. Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, secara eksplisit mengingatkan masyarakat untuk tidak mengemudi dalam pengaruh alkohol, sebuah sinyal kuat bahwa penyidik tengah menguji sampel darah atau urine tersangka untuk memastikan validitas dugaan tersebut.

Saat ini, MG telah diamankan dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara berdasarkan Pasal 311 UU Lalu Lintas. Jika hasil penyelidikan medis nantinya mengonfirmasi adanya zat adiktif atau minuman keras, maka kasus ini akan menjadi potret kelam kelalaian manusia yang menghancurkan masa depan satu keluarga dalam sekejap. Penuntasan fakta dalam kasus ini sangat dinanti publik Karimun sebagai bentuk keadilan bagi para korban yang tengah berjuang pulih di RSUD Muhammad Sani.

#karimun #tanjungbalaikarimun #coastalarea #polreskarimun
Jagad media sosial kembali menjadi celah bagi pred Jagad media sosial kembali menjadi celah bagi predator anak untuk melancarkan aksinya. Kali ini, Polres Karimun berhasil mengamankan pria berinisial TAS (22) asal Batam yang nekat menyodomi remaja berusia 13 tahun di sebuah hotel di Tanjung Balai Kota. Hubungan keduanya bermula dari sebuah grup WhatsApp bertajuk THE BOY'S VTUS ☆☆ hingga berlanjut pada pertemuan fisik yang berujung pada tindakan asusila.

Kebejatan pelaku kian terlihat saat ia diketahui merekam aksi tersebut di ponsel pribadinya dan memberikan uang Rp100.000 sebagai sogokan pasca-kejadian. Beruntung, kewaspadaan orang tua korban berhasil mengendus adanya kejanggalan pada perilaku anak mereka. Kakak korban yang menemukan rekaman video di ponsel adiknya menjadi kunci utama penangkapan pelaku yang dilakukan oleh pihak keluarga secara mandiri di hotel sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.

Kini, TAS terancam mendekam di penjara selama 9 tahun sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua di wilayah Kepulauan Riau untuk lebih ketat memantau aktivitas digital anak-anak mereka, terutama dalam keanggotaan grup WhatsApp yang tidak dikenal guna menghindari incaran predator seksual.

#karimun #tanjungbalaikarimun #coastalarea #polreskarimun
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wal Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, punya cara unik untuk mengobati potensi rasa rindu jemaah calon haji (JCH) terhadap masakan kampung halaman. Menyadari perjalanan panjang di Tanah Suci seringkali membuat lidah rindu cita rasa lokal, pasangan pimpinan daerah ini membekali 641 jemaah asal Batam dengan paket makanan siap saji yang sangat akrab di lidah, yakni sambal ikan bilis dan rendang.

Pemberian bekal "penyelamat lidah" ini dilakukan langsung di Asrama Haji Batam Centre sebagai bentuk perhatian emosional agar para jemaah tetap memiliki nafsu makan yang baik selama menjalankan rukun haji. Amsakar menjelaskan bahwa ide ini muncul dari hasil diskusinya dengan Li Claudia yang ingin memberikan sesuatu yang praktis, awet, dan benar-benar bermanfaat bagi warga saat berada jauh dari tanah air.

Menariknya, momen ini terasa lebih intim karena Amsakar Achmad sendiri terdaftar sebagai salah satu jemaah yang akan berangkat pada musim haji 2026 ini. Sambil menyerahkan bingkisan, ia menitipkan doa agar seluruh jemaah—termasuk dirinya—diberikan kesehatan dan kelancaran untuk meraih predikat haji mabrur, sembari tetap membawa semangat dan doa terbaik bagi kemajuan Kota Batam.

#batam #batamhits #batamhits_ #liclaudiachandra #amsakarachmad
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer