Gudangberita.co.id – Kepergian Zhafirah Zahrim Febrina alias Ife (18) meninggalkan luka mendalam. Ia sempat bertahan dari kengerian erupsi Gunung Marapi, Minggu (3/12/2023). Ife menjadi korban ke 24 yang dinyatakan meninggal dalam kejadian itu.
Rani Radelani, dalam acara FYP Trans 7 beberapa waktu lalu menceritakan jika keponakannya itu baru pertama kali mendaki Gunung Marapi. Ia kaget saat Ife menelpon dari nomor tak dikenal.
“Yang pertama kali dihubungi ayah kandungnya. Saya juga di rumah, Ife nelpon dari nomor lain,” cerita Rani.
Saat itu keponakannya menelpon mengaku dalam kondisi haus dan kedinginan. “Saya tetap megang hape. Ya udah, ife harus kuat. Dia sebut sedang haus dan kedinginan. Ayahnya kemudian berangkat saya megang hape,” kata Rani dengan nada bicara terisak.
Ia meminta Ife untuk mengirimkan lokasi (share loc) dan kirim video. Pasalnya untuk melakukan video call tentunya susah dengan sinyal yang lemah di atas gunung.
“Saat video dikirim. Saya kirim ke grup ke basarnas agak lama share loc, kirim ke grup saya. Saya minta tolong bantu anakku lagi di atas. Lalu dikirim ke Basarnas,” ungkapnya.
Ife baru ditemukan tanggal 4 Desember 2023 sehari berselang. “Kami dapat kabar jam 4 sore. Kondisinya saat itu mukanya udah hitam, tangannya melepuh. Itu jaket, sepatu bolong-bolong karena panas,” kata Rani.












