Boni mengatakan, ada dua opsi yang dilakukan oleh PLN untuk membangun PLTS. Yakni melakukan pembebasan lahan dan opsi sewa lahan. Tentu saja akan dilaksanakan oleh pihak pengembang atau pihak ketiga.
Pembangunan PLTS tidak hanya akan diberlakukan di pusat kabupaten. Tetapi seluruh wilayah pembangkit PLN di Kecamatan akan menggantikan PLTD dengan pengoperasian PLTS.
“Jika Pemda Natuna dapat menyediakan lahan hibah untuk PLTS akan lebih, tentu saja itu akan dikomunikasikan” ujarnya.
Diakui Boni, dengan kondisi pembangkit PLN saat ini belum ideal. Pihaknya sudah mengusulkan penambahan mesin untuk mengoptimalkan pelayanan.
Saat ini PLN Natuna masih menunggu satu unit mesin tambahan dengan daya 1 Megawatt dari Batam. Selain itu rencananya akan dilakukan penyewaan mesin swasta 4 Megawatt untuk memenuhi kebutuhan daya bagi masyarakat. Proses instalasi diperkirakan akan berlangsung sampai Oktober 2023.
Boni menerangkan, saat ini PLN ULP Natuna mengalami defisit daya sebesar 2 Megawatt, hal ini menyebabkan pemadaman terus dilakukan.
“Daya keseluruhan yang diperlukan untuk satu Kabupaten itu sekitar 7,3 megawatt saat ini mesin kita hanya memiliki daya sebesar 5,3 megawatt makanya pemadaman bergilir terus kita lakukan,” terangnya.













