Ape KesahNatuna

Menanti Jurus Pamungkas PLN, Bawa Natuna Keluar dari Masa ‘Kegelapan’

265
×

Menanti Jurus Pamungkas PLN, Bawa Natuna Keluar dari Masa ‘Kegelapan’

Share this article
Mati lampu. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Boni mengatakan, ada dua opsi yang dilakukan oleh PLN untuk membangun PLTS. Yakni melakukan pembebasan lahan dan opsi sewa lahan. Tentu saja akan dilaksanakan oleh pihak pengembang atau pihak ketiga.

Pembangunan PLTS tidak hanya akan diberlakukan di pusat kabupaten. Tetapi seluruh wilayah pembangkit PLN di Kecamatan akan menggantikan PLTD dengan pengoperasian PLTS.

BACA JUGA:  Natuna Siaga Darurat Kekeringan 2026: La Niña Berakhir, Krisis Air Bersih Mulai Hantui Warga

“Jika Pemda Natuna dapat menyediakan lahan hibah untuk PLTS akan lebih, tentu saja itu akan dikomunikasikan” ujarnya.

Diakui Boni, dengan kondisi pembangkit PLN saat ini belum ideal. Pihaknya sudah mengusulkan penambahan mesin untuk mengoptimalkan pelayanan.

Saat ini PLN Natuna masih menunggu satu unit mesin tambahan dengan daya 1 Megawatt dari Batam. Selain itu rencananya akan dilakukan penyewaan mesin swasta 4 Megawatt untuk memenuhi kebutuhan daya bagi masyarakat. Proses instalasi diperkirakan akan berlangsung sampai Oktober 2023.

BACA JUGA:  Safari Ramadan Natuna 2026 Berakhir, Bupati Cen Sui Lan Guyur Bantuan Sosial untuk Ribuan Warga

Boni menerangkan, saat ini PLN ULP Natuna mengalami defisit daya sebesar 2 Megawatt, hal ini menyebabkan pemadaman terus dilakukan.

“Daya keseluruhan yang diperlukan untuk satu Kabupaten itu sekitar 7,3 megawatt saat ini mesin kita hanya memiliki daya sebesar 5,3 megawatt makanya pemadaman bergilir terus kita lakukan,” terangnya.