Bahkan kondisi krisis air yang terjadi bukan hanya di critical area/stress area (daerah ujung atau daerah tinggi) namun di pusat jantung Kota Batam sekalipun terjadi krisis. “Lihat saja seperti Nagoya, Seruni, dan sebaginya juga terkena dampak. Banyak sekali kendala yang terjadi sejak air ditangani BP Batam (SPAM) dan PT Moya ini,” sebutnya.
Adakan hearing dan undang ahli
Menurutnya, Komisi I DPRD Batam akan mengundang stakeholder terkait, perwakilan masyarakat hingga ahli dalam layanan air bersih ini dalam hearing dan mencari titik masalah.
Pasalnya sejak terakhir kali hearing dengan PT Moya, BP Batam dua tahun lalu, masalah yang terjadi tak kunjung selesai.
“Saya ngak mau bahas apakah operator diganti atau tidak. Tapi intinya, pokok masalahnya dulu yang dicari. Makanya ini habis lebaran, kami Komisi I mau mengundang semua pihak termasuk masyarakat terkena dampak kami libatkan. Dan akan kita undang ahli yang bisa memberikan pandangannya,” kata Lik Khai.













