“Info di mana ada jual bensin? Kios-kios juga sudah tutup semua padahal malam tadi banyak botol bensin bersusun. Saya mau beli sebotol untuk pergi kerja,”* tulis salah satu warganet yang mencerminkan frustrasi publik.
Berulangnya siklus krisis BBM di Lingga memicu kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah. Warga menilai sidak tanpa sanksi tegas tidak akan memberikan efek jera bagi para pelaku penimbunan.
Jika dibiarkan, praktik ini dikhawatirkan akan membuka ruang bagi permainan harga yang mencekik masyarakat kecil. Kelangkaan yang terus berulang ini menjadi rapor merah bagi manajemen energi di wilayah pesisir tersebut.
Pemerintah Kabupaten Lingga dan instansi terkait didesak untuk tidak hanya sekadar memantau, tetapi segera mengambil tindakan hukum terhadap oknum yang terbukti menimbun BBM demi keuntungan pribadi di tengah kesulitan warga.













