Gudangberita.co.id, Natuna – Ratusan kontraktor, pengawas, dan tukang bangunan menggelar aksi protes di Kantor Bupati Natuna, Senin (17/3/2025). Mereka menuntut kejelasan pembayaran utang proyek tahun anggaran 2024 yang mencapai Rp 180 miliar.
Para kontraktor mengancam akan menyegel proyek yang belum dibayar jika pemerintah daerah tidak segera memberikan kepastian.
Aksi ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, di halaman kantor bupati. Dalam keterangannya, Jarmin menjelaskan bahwa Pemkab Natuna belum dapat melunasi utang proyek karena dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi belum cair.
“Pemkab Natuna memang punya anggaran, tapi saat ini belum ditransfer ke kas daerah. Di pusat masih ada tunda salur sekitar Rp 78 miliar lebih, sedangkan di provinsi masih ada Rp 17,5 miliar yang belum ditransfer,” jelas Jarmin di hadapan para kontraktor.
Namun, jawaban tersebut tidak sepenuhnya memuaskan para kontraktor. Mereka mendesak kepastian waktu pembayaran dan menyatakan akan menyegel bangunan proyek yang belum dibayar jika pemerintah tidak segera menyelesaikan persoalan ini.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Jika tidak ada kejelasan, kami akan menyegel proyek yang belum dibayarkan sebagai bentuk protes,” ujar salah satu perwakilan kontraktor dalam aksi tersebut.













