Ia mengapresiasi keberadaan LPK Karang Taruna yang telah beberapa kali sukses bermitra dengan Disnaker dalam menyelenggarakan pelatihan keterampilan.
Anggota Komisi IV lainnya, seperti Haji Hery Herlangga, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Menurutnya, selain keterampilan, tantangan lain yang dihadapi pemuda adalah praktik “orang dalam” dalam proses rekrutmen di perusahaan.
Dr. Jogie Suaduon, Direktur LPK Karang Taruna, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari DPRD Batam.
Masukan ini menjadi motivasi untuk memperluas bidang pelatihan dan membantu pemuda Batam mendapatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Komisi IV DPRD Batam berharap kolaborasi antara pemerintah, Karang Taruna, dan Disnaker dapat mempercepat pengembangan SDM yang kompeten di Kota Batam.
Dengan pelatihan yang terarah, pemuda Batam diharapkan mampu bersaing di pasar kerja lokal maupun nasional.
Peningkatan keterampilan kerja pemuda menjadi salah satu kunci penting dalam memajukan perekonomian Batam, sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.
Ke depan, diharapkan semakin banyak program pelatihan yang dapat diakses oleh pemuda di seluruh pelosok kota.













