Menurutnya, persoalan stunting tidak semata soal pertumbuhan fisik, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting menyangkut kualitas generasi yang akan datang. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.
Euis juga menyampaikan apresiasi kepada para kader posyandu yang aktif mendampingi anak-anak selama program berlangsung hingga berhasil meningkatkan status gizi dari gizi buruk menjadi gizi baik.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Puskesmas Botania, drg. Fauzi Nuristianto, yang menilai sinergi lintas sektor sangat membantu memperluas jangkauan edukasi pencegahan stunting.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Srikandi PLN Batam. Dukungan berbagai pihak sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan berdampak positif secara berkelanjutan bagi kesehatan ibu dan anak,” kata drg. Fauzi.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif dunia usaha dan komunitas menjadi faktor penting dalam menyampaikan pesan kesehatan secara lebih luas dan efektif.
Selain pendampingan kesehatan, peserta juga mendapatkan penyuluhan tumbuh kembang anak dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dari ahli gizi RS Awal Bros Batam.













