“Sinergi antar-unsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat,” tegas Syamsurizal.
Sejumlah kapal melintas yang merespons panggilan MAYDAY dan langsung mendekati lokasi untuk memberikan pertolongan pertama antara lain: Kapal Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby dan MT Yello Park.
Berdasarkan data terkini dari Posko SAR, total penumpang yang berhasil dievakuasi tersebar di beberapa armada penolong dan posko darurat, dengan rincian sebagai berikut:
KN SAR 220 Mataram: 59 Orang (termasuk 1 WNA asal Australia), Portlink II: 35 Orang (telah bersandar di Pelabuhan Padangbai), KAL Lembar: 18 Orang, Transfer Yacht: 58 Orang, yang kemudian didistribusikan ke: Rigid Inflatable Boat (RIB): 9 Orang, Polairud: 25 Orang, Rigid Buoyancy Boat (RBB): 24 Orang (termasuk 1 WNA asal Australia), Yacht (lokasi penemuan utama): 3 Orang (2 selamat, 1 meninggal dunia).
Hingga saat ini, VTS Benoa, SROP Padangbai, serta KSOP Lembar terus melakukan pemantauan real-time dan memandu lalu lintas pelayaran di Selat Lombok guna memastikan proses investigasi dan penanganan lanjutan KMP Putri Yasmin berjalan terkendali.













