Gudangberita.co.id, Natuna – Angin laut menghembuskan cerita penuh haru dari perairan Pulau Merundung, tempat di mana pencarian selama tujuh hari untuk Nugi Aldy (20) dan Agel (18) harus diakhiri.
Dua warga Kecamatan Serasan itu dilaporkan hilang setelah melompat ke laut akibat kerusakan mesin dan kebocoran kapal yang mereka tumpangi.
Bagi Abdul Rahman, S.E., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, keputusan menghentikan operasi bukanlah hal mudah. Suara tenangnya mengisyaratkan beban yang ia pikul.
“Kami sudah berupaya maksimal,” ucapnya, seraya menjelaskan bahwa pencarian telah menjangkau hingga perairan Malaysia Timur dan Pontianak. Namun, kondisi cuaca yang tak bersahabat membuat pencarian menjadi tantangan besar.
Dedikasi yang Tak Kenal Lelah
Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari TNI-Polri, Bakamla, RAPI, dan masyarakat setempat. Di tengah badai yang mengancam, mereka berlayar dan terbang, menyisir lautan dengan harapan menemukan jejak korban. Koordinasi lintas sektor dilakukan tanpa henti, sementara keluarga korban menanti kabar di daratan dengan hati penuh doa.
Namun, hari demi hari berlalu tanpa tanda-tanda keberadaan Nugi dan Agel. Evaluasi teknis menyimpulkan bahwa operasi harus dihentikan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.













