Rahayu juga menyinggung soal video viral dirinya beberapa waktu lalu yang menuai kritik keras publik. Dalam video itu, ia menyebut anak muda jangan bergantung pada pemerintah, melainkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Pernyataan tersebut dinilai meremehkan perjuangan masyarakat, terutama mereka yang sedang kesulitan mencari kerja.
“Walaupun niat saya sebenarnya ingin mendorong entrepreneurship, saya paham kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak. Kesalahan sepenuhnya ada pada saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkap Sara.
Ia menjelaskan, pernyataannya dipotong dari wawancara berdurasi 42 menit lebih, tepatnya menit ke-25 sampai menit ke-27. Potongan dua menit itu, menurutnya, dipelintir pihak tertentu untuk memicu kemarahan publik.
“Tidak ada maksud sama sekali dari saya untuk merendahkan upaya masyarakat, terutama anak-anak muda,” tegasnya.
Sikap Fraksi Gerindra
Menanggapi keputusan Sara, Fraksi Gerindra DPR RI menyatakan menghormati pilihan tersebut.
“Fraksi Gerindra menghormati pilihan tersebut dan akan memproses sesuai peraturan perundang-undangan. Sementara menunggu proses, maka Saudari Sara akan dinonaktifkan dari DPR,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, dalam keterangan tertulis.










