“Setelah 2 tahun nggak jelas, kami minta bantu sama Bu Cen. Waktu itu Bu Cen kami undang ke Kampus, beliau memberikan sosialisasi kepada mahasiswa. Lalu kami curhat perlu ini perlu itu, dan Alhamdulillah beliau langsung respon,” ungkap Umar Natuna, ketika ditemui awak media ini di kantornya di Komplek Masjid Agung Natuna Gerbang Utaraku (NGU), Selasa (17/09/2024) sore.
Nantinya, kata Umar, gedung asrama yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1.800 meter persegi di daerah Puak, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur itu, akan mampu menampung sekitar 80 orang mahasiswa putra dan putri.
Lahan tersebut dulunya merupakan hibah dari mantan Bupati Natuna periode 2006-2009, Daeng Rusnadi.
Saat ini sambung Umar, 83 orang mahasiswa STAI Natuna utusan dari masing-masing Kecamatan, sebagian mendiami ruangan lantai bawah gedung STAI Natuna, dan sebagian lainnya tinggal di rumah kontrakan di daerah Batu Ampar, yang disewa oleh pihak STAI Natuna.
“Karena kami ada mahasiswa STAI utusan dari masing-masing Kecamatan. Mereka itu selain kuliah, juga kita bina khusus, agar nanti setelah pulang ke kampung halamannya punya keterampilan di bidang agama. Misalnya bisa jadi imam, bilal, atau kegiatan keagamaan lainnya. Yang laki-laki tinggal di STAI, yang perempuan kita kontrakan rumah di Batu Ampar. Ini sudah berjalan sekitar 3 tahun,” jelas Umar.













