Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tim Damkar memutuskan untuk merujuk kakek tersebut ke RS Widodo Ngawi guna menjalani penanganan medis bersama tim dokter.

“Pelapor kami bawa ke Rumah Sakit Widodo dengan melibatkan tenaga medis. Penanganan dilakukan bersama karena kondisinya cukup serius,” jelas Purwanto.
Proses pelepasan pipa berlangsung selama satu jam, mulai pukul 04.30 hingga 05.30 WIB. Pihak rumah sakit bersama petugas Damkar akhirnya berhasil melepaskan pipa paralon dari alat kelamin Suroso.
Diketahui, Suroso berstatus duda dan tinggal seorang diri. Ia mengaku malu untuk berkonsultasi, sehingga mencoba mengatasi dorongan biologisnya dengan cara yang tidak lazim.
Sumber: detikom








