Adapun penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah itu dilakukan berdasarkan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki. Sebagai informasi, Hisab Hakiki merujuk pada metode hisab yang berpatokan pada gerak benda langit, khususnya Matahari dan Bulan faktual (sebenarnya).
c. 1 Ramadhan 2024 versi NU
Awal puasa oleh Nahdlatul Ulama (NU) sering berbarengan dengan pemerintah. Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Sirril Wafat, juga memprediksi jika 1 Ramadhan 1445 H/2024 M versi NU akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
“Jadi langkah ikmal/istikmal Syakban sebagaimana tertulis di almanak PBNU sudah benar. Insyaallah fix 1 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 12 Maret 2024 M,” terangnya, dari laman NU Online Jombang, dikutip Rabu (6/3/2024).
Nantinya, LF PBNU akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal pada Minggu, 10 Maret 2024. Kegiatan tersebut dilakukan di 50-60 titik di seluruh Indonesia, dari barat hingga timur.
Dalam menetapkan awal bulan tersebut, LF PBNU menerapkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang juga dipakai pemerintah.
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2024?
Jika berpatok pada 1 Ramadan versi Muhammadiyah, maka bulan Ramadhan 2024 akan menyapa umat Islam di Indonesia kurang lebih dalam 3 hari, per Jumat (6/3/2024).








