Para korban berhasil menyelamatkan diri menggunakan life raft (sekoci tiup) tepat sebelum kapal tenggelam sepenuhnya. Di tengah guyuran cuaca buruk dan lautan lepas, keempat WNI tersebut bertahan hingga akhirnya titik terang muncul pada malam hari.
Sekitar pukul 22.45 WIB, Kapal MV Shanghai Voyager berbendera Korea Selatan yang melintas di sekitar lokasi melihat keberadaan sekoci korban dan langsung melakukan proses evakuasi.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, serta unsur TNI-Polri segera bergerak cepat melakukan koordinasi lanjutan. Seluruh korban dibawa menuju daratan Anambas dan dirujuk ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan awal memastikan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat dan sehat, walau seluruh barang pribadi dan dokumen identitas mereka tenggelam bersama kapal.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini.
“Kami sangat bersyukur seluruh kru TB AOM 787 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Ini berkat kerja sama dan koordinasi yang solid antara Tim SAR Gabungan, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta bantuan kapal asing yang melintas,” ujar Kapolres.







