Suara NetizenZona Headline

Jeritan Netizen di Tengah ‘Kejamnya’ Jalanan Kota Teh Obeng

77
×

Jeritan Netizen di Tengah ‘Kejamnya’ Jalanan Kota Teh Obeng

Share this article
Tabrak lari. (Ilustrasi)
banner 468x60

“Kasihan abangnya sudah meninggal tapi malah disumpahin, dibilang berkurang hama di Batam. Padahal kalau dia tahu ada truk mogok di depan, dia juga nggak bakal ngebut,” ungkapnya miris.

Data Ombudsman: 13 Nyawa Melayang dalam 3 Bulan

Jeritan netizen ini bukan tanpa dasar. Data Jasa Raharja mengungkap fakta mengerikan: pada Triwulan I Tahun 2026, tercatat 66 kecelakaan dengan 13 korban jiwa di Batam. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA:  Tragis! Hilang 4 Hari, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar, Pelakunya Mantan Pacar

Ombudsman RI Perwakilan Kepri langsung bereaksi keras. Kepala Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, mendesak adanya langkah konkret, bukan sekadar imbauan basi.

“Perlu langkah terintegrasi. Evaluasi titik rawan, tata ulang marka jalan, dan tutup U-turn (putaran balik) yang berisiko tinggi pada ruas jalan berkecepatan tinggi,” tegas Lagat dalam audiensi bersama Satlantas Polresta Barelang (10/04/2026).

BACA JUGA:  Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga 'Naik Kelas' di Kafe Mewah Batam

Jalan Lebar Jadi “Simalakama”

Kasat Lantas Polresta Barelang, Afidhya A. Wibowo, mengakui karakteristik jalan Batam yang lebar justru memicu pengendara memacu kecepatan layaknya di sirkuit. Namun, polisi mengaku terkendala keterbatasan personel dan sarana prasarana.

Sejumlah titik “maut” yang kini menjadi sorotan utama meliputi:

Jalan Letjen Suprapto (Area Tembesi dan Mie Gacoan)