Kemudian, kata dia, pengelolaan sampah juga menjadi tidak optimal dikarenakan kondisi peralatan dan tata kelola yang tidak baik. “Maka hal ini ke depan yang harus dibenahi secara komprehensif,” terangnya.
Terakhir berkaitan dengan anggaran. Bakti menilai perlu adanya alokasi anggaran yang jelas untuk menangani persoalan sampah di Karimun.
“Anggaran juga harus tersedia secara maksimal sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Sejak mencuatnya isu penumpukan sampah yang tidak diangkut akibat kendala anggaran BBM pengangkutan, BARA menjadi paslon yang satu – satunya turut membantu pemerintah dalam menangani hal tersebut.
“Masalah sampah ini, kami sudah datang ke TPA. Kami lihat kondisi penumpukan juga dua bulan tidak diangkat. Maka ada inisiatif dari BARA membersihkan dua minggu lalu,” tutupnya.













