Aparat kepolisian yang berjaga ketat terpaksa harus mempertebal barikade pengamanan untuk memastikan tersangka Jaka tidak diamuk massa yang sudah tersulut emosi melihat akhir hidup Diana yang begitu tragis.
Ketegangan warga bukan tanpa alasan. Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap fakta-fakta memilukan mengenai ketakutan luar biasa yang dialami Diana sebelum tewas.
Pada adegan ke-4 di kawasan Pasir Kuning RT 04 RW 01 Desa Tanjung Harapan, terungkap bahwa Diana sebenarnya sempat mencoba menyelamatkan diri dengan bersembunyi di sebuah rumah kontrakan. Namun, Jaka berhasil melacaknya.
Begitu pintu kontrakan dibuka, Jaka langsung menerobos masuk dengan emosi memuncak dan meneriaki korban dengan tuduhan perselingkuhan.
“Kalian bajingan, biadab. Kalian berselingkuh di belakangku,” ucap penyidik saat membacakan adegan rekonstruksi, menirukan makian Jaka kala itu.
Setelah pertengkaran hebat tersebut, Jaka membawa Diana kembali ke kontrakan mereka di kawasan Setajam. Di sanalah Jaka melancarkan siasat kejinya:
Dicekoki Miras: Pelaku memaksa korban meminum minuman beralkohol hingga kondisi fisik Diana melemah dan tak berdaya.
Dicekik dalam Kondisi Lemas: Saat Diana sudah tidak mampu melawan, Jaka langsung menghabisi nyawanya secara sadis dengan cara mencekik leher korban menggunakan tangan kosong.












