Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim rescue begitu menerima laporan pada pukul 13.50 WIB. Tim bergerak ke koordinat yang berjarak 2,68 NM dari kantor dengan dukungan penuh dari Lanal Ranai, BPBD Natuna, TNI-Polri, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Kami sangat mengapresiasi respons cepat seluruh unsur gabungan dan masyarakat,” ujar Abdul Rahman.
Tragedi ini menjadi awan hitam yang menyelimuti Natuna hari ini. Di tengah proses evakuasi yang emosional, Abdul Rahman mengimbau para orang tua untuk lebih waspada. Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di tempat wisata, terutama laut, adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Kami memohon kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Jangan biarkan anak-anak kita lepas dari pengawasan saat berada di laut. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama agar kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Kini, Pantai Piwang kembali tenang, namun menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebuah pengingat bahwa maut seringkali mengintai di balik cerianya deburan ombak.











