Penggunaan moda transportasi cairan memberikan dua keuntungan taktis bagi jaringan pengedar:
Kemudahan Kamuflase: Cairan kimia jauh lebih mudah disamarkan di dalam tangki industri atau drum bahan bakar kapal dibandingkan ribuan bungkus kristal padat yang rentan terdeteksi pemindai pabean.
Skala Produksi Efisien: Kartel hanya perlu memindahkan “konsentrat” cair melintasi batas negara, lalu mendistribusikan proses ekstraksinya ke beberapa titik kitchen lab lokal untuk memecah risiko penindakan aparat.
Langkah BNN memutus jalur pasokan ini berhasil mengamankan 10 anak buah kapal (ABK) warga negara Myanmar yang bertugas membawa kapal berbendera Tanzania tersebut. Namun, penangkapan para ABK ini barulah awal dari perburuan sesungguhnya.
Fokus utama penyidikan kini tertuju pada analisis intelijen darat. Aparat penegak hukum menghadapi tantangan besar untuk melacak pemesan utama (beneficial owner), mengurai jaringan laboratorium penampung di tanah air, serta membongkar potensi super lab yang siap mengubah 2,6 ton cairan racun tersebut menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, pengungkapan bermula dari analisis intelijen bersama BNN RI dan Bea Cukai terhadap pergerakan kapal yang menunjukkan sejumlah anomali. Kapal tersebut diketahui beberapa kali berganti identitas, mulai dari Hong Run 2, Race Wind, Rain Maker, hingga menjadi MV Ocean Porter berbendera Tanzania.









