Biang Kerok Harga Cabai Naik
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengungkap penyebab harga cabai rawit tinggi karena produksi mengalami penurunan, salah satunya cabai rawit merah. Menurunan produksi disebabkan oleh kekeringan akibat El Nino.
“Ya biasa lah kan sekarang produksi agak turun karena El Nino ini agak panjang kan kemaraunya. Kalau kemarau agak panjang ya biasa lah, semuanya akan mengalami seperti itu,” ungkapnya.
Prihasto mengatakan produksi cabai akan membaik jika sudah turun hujan. Saat produksi baik, harga juga mengalami penurunan. Harga cabai rawit merah di kelas petani sudah naik di angka Rp 40.000 sampai Rp 50.000 per ton.
“Kalau di petani kan masih di sekitaran Rp 40.000 sampai Rp 50.000 harga cabai sekarang,” ucapnya.
Saat ditanya bagaimana dengan harga di konsumen Rp 100.000, Prihasto mengatakan hal tersebut bukan hanya masalah produksi tetapi juga dengan distribusi.
“Ya ini masalah distribusi, ini yang harus kita tegakkan bersama-sama. Hampir rata-rata semuanya mengalami penurunan produksi karena kemarau yang panjang. Tapi mudah-mudahan kita dorong, sekarang kita dorong,” ungkapnya.









