“Alhamdulillah, ia tumbuh besar dan kini berbunga kembali. Ini menjadi kebanggaan karena bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung,” ujar Dewi Kumalasari, mengenang masa penanaman bibit peremajaan tersebut pada tahun 2006 silam.
Hampir seluruh ranting pohon di tepi kolam ini kini tertutup bunga berwarna merah muda yang merona. Pemandangan ini pun mendadak viral. Warga dari Tanjungpinang, Batam, hingga daerah lain di Kepri berbondong-bondong datang hanya untuk sekadar mengabadikan momen di bawah naungan pohon yang dikelilingi pagar besi pelindung ini.
“Saya tahu dari media sosial. Tahun ini bunganya terlihat lebih banyak dan lebih cantik,” ujar Fitri, salah seorang pengunjung yang sengaja datang dari Tanjungpinang.
Senada dengan Fitri, Chyntia, pengunjung lainnya, berseloroh tentang kemudahan menikmati fenomena langka ini. “Tak perlu jauh-jauh ke Jepang, di Kijang juga ada. Suasananya tenang, apalagi berpadu dengan pemandangan danau di sore hari,” ucapnya.
Pohon Sakura di Kijang ini membuktikan ketangguhannya dengan berbunga satu hingga dua kali dalam setahun. Keberadaannya kini tidak hanya sekadar obyek foto, melainkan identitas kota yang unik. Di tengah cuaca tropis Kepulauan Riau, mekarnya Sakura di awal Ramadan 2026 ini seolah menjadi “hadiah visual” bagi warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.








