“Dengan adanya fasilitas berstandar internasional di Batam, masyarakat Kepri dan sekitarnya tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. RS MABIH akan menjadi solusi sekaligus meningkatkan daya saing Batam di bidang kesehatan,” ujarnya.
Pernyataan ini sejalan dengan data pemerintah pusat. Menurut Plt. Sekjen Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin, hampir dua juta warga Indonesia masih berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan potensi kebocoran devisa hingga Rp200 triliun.
“Kehadiran rumah sakit internasional di Batam akan menjadi solusi strategis untuk menahan devisa sekaligus memperkuat ekonomi nasional,” tegas Rizal.
Batam Menuju Hub Wisata Kesehatan
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pembangunan RS Mayapada Apollo sejalan dengan visi Presiden untuk menjadikan Batam sebagai hub kesehatan internasional.
“Kami optimis RS ini tidak hanya melayani pasien dalam negeri, tapi juga mampu menarik pasien luar negeri. Batam akan menjadi destinasi baru wisata kesehatan,” ucap Amsakar.
Sementara itu, Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menyebut pembangunan RS MABIH merupakan bentuk kontribusi swasta dalam menjawab tantangan Presiden Prabowo Subianto.
“Tujuan kami bukan sekadar membangun rumah sakit, tetapi juga menjaga devisa agar tidak lari ke luar negeri. Batam dipilih karena strategis, dekat dengan Singapura, dan potensial menjadi magnet wisata kesehatan,” ujar Jonathan.







