BatamZona Headline

“Godzilla El Nino” Belum Tiba, Waduk Batam Sudah “Karat” Duluan Akibat Ekosistem Rusak

111
×

“Godzilla El Nino” Belum Tiba, Waduk Batam Sudah “Karat” Duluan Akibat Ekosistem Rusak

Share this article
godzila elnino
Ilustrasi
banner 468x60

Erosi Masif: Bukit-bukit yang dipangkas (cut and fill), seperti di kawasan Bukit Vista dan sekitarnya, menghilangkan vegetasi penutup tanah.

Lumpur Menggantikan Air: Saat hujan turun, air tak lagi terserap ke tanah, melainkan membawa material pasir dan lempung langsung ke dasar waduk. Akibatnya, waduk yang seharusnya dalam menjadi dangkal (sedimentasi), sehingga kapasitas tampung air bersih berkurang drastis.

BACA JUGA:  Bundaran Hang Nadim Kini Diberi Nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V: Dirancang dengan Desain Tanjak dan Tepak Sirih

Secara teknis, meski hujan turun, waduk tak lagi mampu menyimpan air dalam jumlah besar karena ruangnya sudah habis terisi lumpur. Inilah alasan mengapa waduk di Batam “sudah kering duluan” sebelum El Nino benar-benar mampir.

Jika kondisi waduk sudah kritis sekarang, bayangkan apa yang terjadi saat Godzilla El Nino tiba di bulan April. Profesor Riset BRIN, Erma Yulihastin, menyebut fenomena ini berpotensi meningkatkan suhu hingga 1,5 – 2 derajat Celsius.

BACA JUGA:  Siapa Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V? Namanya Gantikan Nama Bundaran Hang Nadim Batam

Kombinasi El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif akan membuat penguapan air waduk semakin cepat, sementara curah hujan akan hilang hampir sepenuhnya di wilayah Sumatra dan Jawa.

Keresahan ini terpantau di kolom komentar media sosial @gudangberita.co.id. Warga mulai jengah dengan dalih faktor alam.

“Habisin aja semua hutan, jadiin perumahan atau proyek tanpa ada reboisasi… tanpa mikir gimana nasib generasi mendatang,” tulis salah satu netizen.