Kondisi Atmosfer Mendukung Pertumbuhan Bibit Siklon
Ramlan menjelaskan bahwa suhu perairan hangat (30-31°C) dan kelembapan udara yang tinggi mendukung pembentukan bibit siklon ini. Selain itu, dinamika atmosfer aktif seperti fenomena MJO (Madden-Julian Oscillation) dan Equatorial Rossby turut memperkuat potensi cuaca buruk di wilayah Kepulauan Riau.
Meski bibit ini diperkirakan bergerak ke arah timur laut dalam 24–72 jam mendatang dengan potensi siklon tropis yang rendah, dampaknya di perairan Anambas dan Natuna tetap signifikan.
BMKG meminta masyarakat di Anambas dan Natuna untuk menghindari aktivitas di laut, terutama bagi nelayan dan kapal kecil, mengantisipasi dampak hujan lebat, seperti banjir dan longsor, memastikan keamanan lingkungan, termasuk memangkas pohon yang berisiko tumbang.
“Warga diharapkan terus memantau informasi cuaca dari BMKG agar dapat meminimalkan risiko. Keamanan jiwa dan harta benda harus menjadi prioritas di tengah cuaca ekstrem ini,” tegas Ramlan.













