Arif menyebut kementerian juga menyiapkan lembaga pemasaran untuk menghubungkan produk Natuna ke pasar nasional dan internasional. “Kami berharap PLUT benar-benar menjadi rumah bersama bagi pelaku UMKM untuk belajar, berkembang, dan memperluas pasar,” katanya.
Peresmian gedung ini dihadiri jajaran Forkopimda, OPD, instansi vertikal, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan, dan ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, tepung tawar, serta doa bersama yang dipimpin Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna.
Dengan berdirinya PLUT Natuna, para pelaku UMKM kini memiliki fasilitas lengkap untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan memanfaatkan peluang ekspor, sekaligus mendorong Natuna sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan Indonesia.













