Lewat akun X (Twitter), Tunku Ismail membagikan artikel media lokal berjudul “Hukuman Kepada FAM Bukti Dwistandard FIFA” yang memuat foto Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Dalam unggahan itu, ia menyiratkan ada “tangan asing” yang mempengaruhi FIFA, sehingga memicu spekulasi bahwa Indonesia ikut bermain di balik sanksi ini.
Unggahan Tunku Ismail sontak memanaskan rivalitas lama Indonesia–Malaysia di dunia sepak bola. Meski tidak menyebut nama secara terang-terangan, banyak netizen Malaysia menafsirkan cuitan itu sebagai sindiran langsung kepada Indonesia.
Pengamat sepak bola Malaysia, Keeshaanan Sundaresan, mengingatkan agar publik tidak mencari kambing hitam.
“Fakta menunjukkan pemalsuan dokumen dilakukan internal FAM. Jangan alihkan kesalahan ke pihak lain,” tegasnya dalam program Bola itu Life di Astro Arena.
Hingga kini, PSSI maupun Ketua Umum Erick Thohir belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Di media sosial, para pendukung Garuda menilai pernyataan Tunku Ismail hanya upaya Malaysia menutupi kesalahan sendiri.
Dengan proses banding yang masih berjalan, polemik ini diperkirakan belum akan reda. Di lapangan, Malaysia terkena kartu merah FIFA. Di luar lapangan, tudingan ke Indonesia justru membuat panasnya rivalitas sepak bola dua negara semakin terasa.











