BatamKomunitas

Fesmed Selat Malaka 2026: Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

10
×

Fesmed Selat Malaka 2026: Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Share this article
Hendra Syamhari Korwil Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bagian Sumatera membawakan materi bertajuk "Kejujuran Visual di Era Serba Digital: Tantangan Foto Jurnalistik Sebagai Literasi Publik".
Hendra Syamhari Korwil Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bagian Sumatera membawakan materi bertajuk "Kejujuran Visual di Era Serba Digital: Tantangan Foto Jurnalistik Sebagai Literasi Publik".
banner 468x60

Ia melanjutkan, dalam etika jurnalistik, karya visual harus mencerminkan kondisi sebenarnya saat peristiwa terjadi.

“Foto jurnalistik itu juga ada takarir (caption). Keterangan foto ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari produk jurnalistik,” tuturnya.

Di tengah krisis kejujuran visual saat ini, dengan dominasi teknologi AI dan manipulasi instan, foto jurnalistik memiliki peran penting untuk merekam fakta.

BACA JUGA:  Pemko Batam Beri Klarifikasi Foto Wali Kota Bersama Yuwanky: Diambil Saat MoU Pasar Induk Jodoh Maret 2026

“Foto itu akan menjadi saksi dan perekaman sejarah. Peristiwa yang terjadi direkam melalui bidikan lensa, kemudian menghasilkan foto yang kita bagikan untuk menjadi informasi publik,” ujarnya.

Ia tidak memungkiri bahwa sebuah foto dapat mengundang kepanikan di era digital saat ini, terutama ketika banyak orang mempercayai keaslian sebuah foto hanya berdasarkan jumlah like terbanyak di media sosial, padahal kebenarannya belum dapat dipastikan.

BACA JUGA:  Mulai 25 Juli 2026, Jalur UIB ke Taman Kota Batam Ditutup Sementara: Cek Rute Memutarnya!

“Tipsnya, jika melihat sesuatu yang meragukan—baik berita maupun foto—kita harus mencari tahu kebenarannya. Kalau tidak ada media yang memberitakan, skip,” tutur Hendra.

Dalam lokakarya itu, Hendra juga menampilkan beberapa foto dan meminta peserta untuk membedakan antara foto hasil AI dan foto asli. Dari sesi tersebut, terlihat bahwa tidak sedikit peserta yang terkecoh dan menganggap foto AI sebagai foto asli.

BACA JUGA:  Dipolisikan Kasus Dugaan Malpraktik, RS Awal Bros Botania Buka Suara Soal Penanganan Pasien DSS