“Sepertinya saya memang harus meruqyah Jembatan II, III, IV, dan seterusnya. Jembatan Barelang ini satu kesatuan, tidak hanya Jembatan I saja,” ujar Ustaz Candra kepada Gudangberita, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, para pelaku seolah mencari celah di titik lain yang tidak terjangkau oleh pengawasan atau “pembersihan” yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa Jembatan III (Raja Ali Haji) dan Jembatan V (Tuanku Tambusai) kini menjadi saksi bisu dua kejadian tragis dalam waktu berdekatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah dua kasus menonjol di tahun 2026:
Setia Budi (24): Melompat dari Jembatan III pada Rabu (18/2/2026) malam, ditemukan meninggal dunia tiga hari kemudian sejauh 0,5 mil laut dari titik awal.
Nusyirwan (35): Melompat dari Jembatan V pada Senin (23/3/2026), ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (25/3/2026) pagi dengan jarak 0,36 mil laut ke arah barat.
Masyarakat berharap, selain upaya spiritual seperti ruqyah yang direncanakan Ustaz Candra, pihak berwenang juga memperketat pengawasan di seluruh enam jembatan Barelang, bukan hanya terfokus pada Jembatan I.
Sinergi antara upaya teknis, pengamanan, dan pendekatan religius diharapkan mampu menekan angka kejadian serupa di masa depan.













