Pernyataan Wali Kota tersebut sejalan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Das’ad Latif. Dai yang dikenal dengan jargon “Gaspol” ini menekankan pentingnya menjaga persatuan sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa.
Ustaz Das’ad memuji suasana kondusif di Batam yang tetap terjaga meski dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang sangat beragam. Ia mengajak jamaah untuk terus mendukung langkah pemerintah dalam menciptakan harmoni.
Kehadiran jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, tokoh agama, hingga pimpinan paguyuban, mempertegas pesan bahwa Batam saat ini berada dalam kondisi yang sangat solid.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turut memberikan dukungan penuh terhadap narasi persatuan ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga Batam.
Acara yang berlangsung khidmat hingga akhir ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar di bulan suci Ramadan 1447 H ini, Batam tetap menjadi kota yang toleran, harmonis, dan penuh keberkahan bagi siapa pun yang menyebutnya sebagai “rumah”.







