Untuk itu, Amsakar menawarkan peluang investasi strategis dalam sektor:
- Data Center dan Artificial Intelligence di Nongsa Digital Park
- Solar Panel dan Energi Terbarukan
- Manufaktur dan Galangan Kapal (Shipyard)
- Pariwisata dan Infrastruktur Digital
“Kami sangat berharap tim dari Kedutaan Australia dapat menjadi penghubung dengan pelaku usaha di negaranya, agar semakin banyak PMA Australia yang masuk ke Batam,” jelas Amsakar.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menjelaskan terbitnya dua regulasi penting dari Presiden RI, yakni PP 25 Tahun 2025 dan PP 28 Tahun 2025. Regulasi ini memberikan kemudahan luar biasa bagi investor, karena proses perizinan yang sebelumnya dilakukan di tingkat kementerian kini dapat diselesaikan langsung di Batam.
“Kami optimis, dengan kemudahan regulasi ini, Batam akan semakin kompetitif sebagai tujuan investasi global,” tambahnya.
Duta Besar Roderick Brazier menyambut baik komitmen Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Ia menyatakan bahwa Batam telah dikenal luas sebagai destinasi investasi unggulan di Asia Tenggara, dan pihaknya ingin memperluas kerja sama yang sudah ada.
“Tugas kami adalah meningkatkan jumlah investor Australia di Batam. Kami bangga perusahaan Australia telah hadir di sini, dan kami ingin lebih banyak lagi yang menyusul,” kata Dubes Roderick.
Sementara itu, Profesor Jennifer Westacott menyampaikan apresiasinya atas sambutan pemerintah daerah dan kemudahan investasi yang ditawarkan. Ia menilai Batam memiliki reputasi global yang baik di mata investor asing.













