The New York Times dan Fox News mengidentifikasi tersangka sebagai Ryan Wesley Routh, 58, dari Hawaii. Ia disebut memegang senjata AK-47 saat berada di properti milik Trump itu. Namun hal ini belum dikonfirmasi oleh penegak hukum.
Trump sendiri telah mengirim email ke daftar penggalangan dananya terkait upaya pembunuhan ini. Calon Partai Republik itu menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi yang aman dan tidak terkena cedera apapun.
“Suara tembakan di sekitar saya, tetapi sebelum rumor mulai menyebar tak terkendali, saya ingin Anda mendengar ini terlebih dahulu: SAYA AMAN DAN SEHAT!,” tulisnya.
Ini merupakan upaya pembunuhan kedua yang dihadapi Trump dalam pencalonannya kali ini.
Sebelumnya, sebuah upaya pembunuhan terhadap Trump terjadi pada tanggal 13 Juli lalu dalam kampanyenya di Pennsylvania.
Dalam momen tersebut, Trump menderita goresan di telinga kanan dan seorang peserta kampanye tewas. Pria bersenjata, yang diidentifikasi sebagai Thomas Crooks berusia 20 tahun, ditembak dan dibunuh oleh penembak jitu Dinas Rahasia.
Penembakan tersebut merupakan penembakan pertama terhadap calon presiden AS dari partai besar dalam lebih dari empat dekade. Hal ini memaksa Direktur Dinas Rahasia Kimberly Cheatle mengundurkan diri setelah mendapatkan tekanan bipartisan.













