Mengapa Drone ANKA?
Drone ANKA, yang dikenal dengan daya tahan tinggi dan kemampuan pencitraan canggih, dianggap jauh lebih mumpuni dibanding pendahulunya, CH-4. Selain sebagai alat patroli, drone ini mampu mengumpulkan data intelijen strategis yang penting untuk menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
“ANKA tidak hanya mengandalkan pilot untuk operasionalnya. Ada tim khusus yang bertugas mengolah data hasil pencitraan. Ini memungkinkan kami untuk memantau situasi di wilayah perbatasan dengan lebih detail dan akurat,” jelas Marsekal Tonny.
Langkah Strategis TNI AU: Modernisasi dan Pendidikan
Sebagai bagian dari persiapan, TNI AU telah menyiapkan personel khusus yang dilatih untuk mengoperasikan teknologi canggih drone ANKA. Hal ini didukung oleh keberadaan Skuadron Pendidikan (Skadik) 103 di Tasikmalaya, yang akan menjadi pusat pelatihan personel operator drone.
“Pesawat yang sebelumnya ada di Pontianak akan kami pindahkan ke Tasikmalaya untuk dijadikan pesawat latih. Kami juga menyiapkan awak yang bertugas mengolah data pencitraan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan udara,” imbuhnya.













