“Kalau informasinya akurat, masyarakat bisa ikut berpartisipasi. Media itu penting untuk menggabungkan hal-hal positif, bukan sekadar memberitakan, tapi membangun,” tegasnya.
Pelatihan ini juga menjadi ruang pembentukan karakter jurnalis muda agar mereka tidak terjebak dalam rutinitas liputan seremonial tanpa nilai berita. AJI Batam ingin melahirkan generasi jurnalis yang berpikir kritis, menulis tajam, dan berpihak pada kepentingan publik.
Melalui sesi diskusi, simulasi liputan, dan praktik penulisan, peserta diajak membedah cara mengubah kegiatan biasa menjadi berita bernilai tinggi, sekaligus menanamkan prinsip verifikasi, akurasi, dan keberimbangan.
Tema UMKM dipilih karena Batam tengah tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif dan industri lokal. AJI Batam dan BI Kepri berharap peserta pelatihan bisa melahirkan karya jurnalistik yang bukan hanya informatif, tapi juga mendorong promosi ekonomi rakyat dan menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.
Materi kedua disampaikan oleh A.A Ngurah Davin Egatriyana, perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau. Ia menegaskan bahwa BI tidak hanya mengatur kebijakan moneter, tetapi juga berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah melalui kantor perwakilan di daerah.












