NasionalZona Headline

Demo Tolak RUU Pilkada hingga Malam, Polisi Halau Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

276
×

Demo Tolak RUU Pilkada hingga Malam, Polisi Halau Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Share this article
Massa merangsek masuk ke Tol Dalam Kota, depan Gedung DPR. Kedua ruas jalan tol ditutup. Kendaraan yang mengarah ke Slipi atau Kuningan dialihkan. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta -Kawasan di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat mulai sepi, Kamis (22/8/2024) malam. Polisi sebelumnya membubarkan massa dengan gas air mata, karena masih bertahan hingga matahari terbenam.

Mobil water cannon juga dikerahkan untuk mengurai massa. Massa pun menjauh dan menyelamatkan diri.

Mobil pengurai massa bersama pasukan polisi bermotor lalu menyisir demonstran hingga ke arah Gerbang Pemuda, Jakpus

BACA JUGA:  Selat Hormuz Ditutup! Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$120, APBN 2026 Terancam Jebol Rp515 Triliun

Tak henti-henti, polisi melalui pengeras suara meminta pengunjuk rasa meninggalkan kawasan Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat.

Situasi di Jalan Gatot Soebroto hingga Gerbang Pemuda mengarah ke Slipi terpantau lengang. Kendaraan belum diizinkan untuk melintas.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa peringatan darurat menolak revisi Undang-Undang Pilkada di depan gedung DPR berujung ricuh. Massa demo menjebol pagar gedung DPR, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Pemko Batam Siapkan Operasi Pasar Murah Besar-Besaran

Pantauan di lapangan Kamis (22/8/2024), ribuan massa menyuarakan aspirasi di gerbang utama Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Namun, konsentrasi terpecah menjadi beberapa titik.

Di sisi kanan, massa aksi kian panas. Massa yang demo membakar ban bekas dan melemparkan botol-botol ke arah barikade petugas yang berada di dalam kawasan Gedung DPR/MPR.

Sebagian dari massa berusaha merobohkan tembok dan pagar yang menjadi penghalang antara massa dan aparat kepolisian yang berjaga.