BatamLayanan PublikZona Headline

Dari Kota Investasi ke Kota Tandon: Warga Batam Dipaksa Adaptasi Krisis Air Bersih

107
×

Dari Kota Investasi ke Kota Tandon: Warga Batam Dipaksa Adaptasi Krisis Air Bersih

Share this article
Tandon air. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Julukan Kota Investasi kini terasa kontras dengan realitas yang dihadapi sebagian warga Batam. Di tengah geliat industri dan pembangunan, air bersih justru menjadi barang langka.

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak warga terpaksa beradaptasi dengan kondisi mati air berkepanjangan, salah satunya dengan membeli dan memasang tandon air di rumah masing-masing.

BACA JUGA:  Deddy Corbuzier Hancur, Ungkap Penyesalan Mendalam Atas Kepergian Vidi Aldiano: 'Aku Benci Diriku'

Nur Hawani, warga Perumahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, mengaku selama sekitar enam bulan terakhir air di wilayahnya kerap mati hingga belasan jam. “Biasanya mati dari malam sampai sore. Kadang baru hidup jam sembilan atau sepuluh malam. Kalau tidak punya tandon, tidak bisa mandi dan masak,” ujarnya.

Dengan ruang rumah subsidi yang terbatas, ia terpaksa menyisihkan area gudang untuk menampung tandon air demi kebutuhan sehari-hari, terutama karena memiliki anak kecil.

BACA JUGA:  Dibuang Pacar ke Penjara, Janda di Batam Ratapi Nasib Anaknya yang Disabilitas

Kondisi serupa dirasakan warga di Batu Merah dan Batu Ampar. Air tidak hanya sering mati, tetapi juga mengalir dalam kondisi keruh. Devianti, warga Batu Ampar, menyebut air di kawasan tempat tinggalnya mati total hingga tiga hari. “Kami tetap bayar tiap bulan, tapi airnya jarang dapat. Kadang keran dibuka, yang keluar hanya angin,” keluhnya.