NatunaZona Headline

Dana Desa Natuna Rp52 Miliar Disorot Kejati Kepri, Kepala Desa Diingatkan Risiko Hukum

64
×

Dana Desa Natuna Rp52 Miliar Disorot Kejati Kepri, Kepala Desa Diingatkan Risiko Hukum

Share this article
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Kepala Kejati Kepri J. Devy Sudarso menghadiri sosialisasi Program Jaga Desa yang menekankan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa di Natuna. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Sejak 2015, dana desa terus dikucurkan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Natuna, setiap desa rata-rata mengelola anggaran sekitar Rp700 juta per tahun. Besarnya kewenangan tersebut, kata Devy, harus dibarengi dengan transparansi dan akuntabilitas yang ketat.

“Dana desa adalah uang negara. Ketika pengelolaannya keliru, risikonya bukan hanya pembangunan terhambat, tetapi juga bisa berujung pada proses hukum,” tegasnya.

BACA JUGA:  Dominasi Pekerja Lokal di PT Saipem Capai 64%, Sektor UMKM Karimun Ikut Terkerek Naik

Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan mengakui masih terdapat tantangan serius dalam tata kelola pemerintahan desa, terutama pada aspek administrasi dan kapasitas penyusunan peraturan desa. Ia menekankan bahwa desa sebagai ujung tombak pembangunan harus patuh terhadap regulasi dan menjunjung tinggi integritas.

“Desa diberikan kewenangan besar, tetapi kewenangan itu harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan sampai niat membangun justru berakhir menjadi masalah hukum,” kata Cen.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Bekali 641 JCH Batam Rendang dan Sambal Ikan Bilis Sebelum ke Tanah Suci

Cen berharap kehadiran program Jaga Desa dapat memberikan rasa aman bagi kepala desa, bukan sebaliknya. Melalui pendampingan hukum sejak tahap perencanaan hingga pelaporan kegiatan, desa diharapkan mampu mengelola dana secara benar dan profesional.