Sebagai mahasiswa asal ujung utara Indonesia yakni Natuna berkuliah di luar provinsi, tentunya saat mereka meminta bantuan rekan atau orang lainnya di medsos akan lebih meyakinkan.
“Ada empat orang teman saya dikampus sudah jadi korban. Ada yang mentransfer Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta. Dan uang itu ditransfer bukan atas nama saya sendiri. Tentu saja hal ini merugikan kami yang sedang menuntut ilmu,” ceritanya.
Ia berharap pelajar dan mahasiswa yang merantau dan menimba ilmu ke luar daerah harus lebih berhati-hati. Pasalnya akun medsos saat dibajak orang tak bertanggungjawab, penipu bisa lebih meyakinkan korban lainnya untuk memberikan bantuan dan sebagainya.
Saat ini modus penipuan online kian beragam dipengaruhi oleh semakin banyak dan meningkatnya pengguna internet di Indonesia.







